Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Perpustakaan Dalam Genggaman

July 30, 2018

Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kuncinya. Di era yang serba digital seperti saat ini, kita dituntut untuk serba canggih dan mengikuti perkembangan zaman, apalagi dalam menunjang dunia pendidikan, sudah saatnya kita ubah pola pikir kita dengan belajar lebih mudah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang berkembang saat ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa kecanggihan teknologi khususnya internet saat ini sudah merambah ke penjuru dunia, masyarakat serta siswa membutuhkan koneksi internet sebagai sarana komunikasi serta informasi yang instan dan cepat,  hal itupun juga tak lepas dari peran perpustakaan sebagai pemberi informasi. Nah, kali ini kita akan membahas tentang perpustakaan online yang mungkin sebagian dari kita masih awam mendengarnya.

Perpustakaan merupakan sarana yang sangat vital dalam membangun SDM (Sumber Daya Manusia) yang cerdas. Perpustakaan dari zaman ke zaman mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Hal itu dipengaruhi oleh kebutuhan para pembaca dan kemajuan zaman yang sangat pesat, perpustakaan yang dulu bersifat fisik sekarang berubah menjadi perpustakaan yang bersifat maya, itulah bukti bahwa zaman ini adalah zaman modern.

Mungkin di kalangan masyarakat maupun siswa, perpustakaan online sangat membantu dalam mencari referensi tugas, apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir, yang sibuk menyusun skripsi.  Banyak sekali kendala yang dihadapi dalam mencari sumber referensi, mulai dari susahnya mencari sumber yang terpercaya, sampai sumber yang terbatas. Padahal banyak situs-situs jurnal dan perpustakaan online gratis yang bisa kita manfaatkan. Contohnya saja pada situs perpustakaan online ”Google Scholar atau di Indonesia disebut Google Cendikia. Situs ini diluncurkan pada tahun 2004, 14 tahun yang lalu. Google Scholar ini merupakan situs pencarian yang dapat menyediakan berbagai macam data/materi pelajaran yang bersifat akademis dalam berbagai format publikasi.

Source : buysellgraphic.com (edited)

Di situs perpustakaan online gratis ini k
ita dapat mencari berbagai macam bahan dari seluruh bidang ilmu dan referensi dari suatu tempat. Google Cendikia dapat menyajikan makalah, tesis, buku, artikel, abstrak, jurnal, pernerbit akademis, dan masih banyak lainnya.

Bukan hanya itu saja, masih banyak lagi situs-situs perpustakaan online lainnya yang dapat diakses melalui komputer dengan akses internet, seperti. Perpustakaan Nasional Indonesia, Academia, Indonesian Publication Index, Literatur, Wiley Online Library, Research Gate, Library Genesis, Open Library, OAPEN Library dan masih banyak lagi.

Lebih dari itu, perpustakaan online memberi banyak keuntungan bagi kita sebagai penunjang minat membaca, berikut keuntungan membaca di perpustakaan online.

1. Memuat Buku Dari Seluruh Perpustakaan di Indonesia
Karena pengelolaannya bersifat resmi langsung dari pemerintah, maka masyarakat dapat mengakses secara bebas baik buku-buku yang bersifat informasi umum hingga buku-buku sejarah yang mungkin memuat informasi yang sebetulnya belum kita ketahui. Selain itu, buku-buku yang dimuat juga berasal dari seluruh Indonesia, yang tentunya sangat kaya akan Informasi.

2. Menghemat Waktu
Bayangkan saja jika kita sedang dikejar deadline tugas kuliah ataupun tugas sekolah yang sangat dekat. Tidak sempat bolak-balik perpustakaan dan ada batasan jumlah buku yang dapat dipinjam, tentu hal ini akan memakan banyak waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut. Namun perpustakaan online ini seolah menjawab itu semua. Tidak ada lagi bolak-balik, tak ada lagi batasan meminjam, yang ada hanya tinggal bersiap di depan laptop atau perangkat lain. Kemudian membuka web perpustakaan online dan mulai mencari bahan referensi secara praktis di sana.

3. Pencarian Lebih Cepat
Sedikit jengkel bukan, bila buku yang kita cari tak kunjung ditemukan. Sistem website akan memudahkan pencarian buku di perpustakaan online ini. Pengguna cukup memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan informasi yang sedang dicari, maka semua buku yang dimuat akan disesuaikan dengan informasi terkait. Lebih mudah bukan dibanding harus naik turun tangga dan berkeliling mencari buku di perpustakaan konvensional.

4. Sumber Referensi Terpercaya
Perpustakaan online ini konten yang di update telah memiliki izin resmi pemerintah. Dengan begitu,  ia bisa dijadikan sumber referensi online terkuat. Karena buku-buku dan informasi yang ada di sini tentunya sama persis dengan yang ada di perpustakaan aslinya.

5. Menambah Minat Membaca
Membaca tidak harus berada di ruang perpustakaan, membaca bisa kapan saja, membaca tidak perlu repot meminjam buku, Tentu hal ini akan menambah minat membaca bagi masyarakat. Selain mudah dan praktis, informasi yang dimiliki juga kuat, menambah wawasan, serta intelektualitas.

6. Mencerdaskan Masyarakat
Setelah minat baca sudah tumbuh dimasyarakat. Maka tidak menutup kemungkinan perpustakaan online ini memiliki kedudukan yang sejajar dengan sosial media di hati masyarakat. Bila masyarakat sudah membiasakan membaca, maka tujuan pembukaan UUD dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa akan segera terealisasikan. Tujuan utama perpustakaan online ini adalah “Menciptakan negara yang maju, melalui masyarakat yang cerdas".

Namun diantara semua kelebihan dan manfaat itu, tak pelak membuat perpustakaan online ini jauh dari kekurangan. Ada beberapa masalah yang mungkin terjadi pada perpustakaan ini seperti Database Error (Dapat menyebabkan file-file buku tidak dapat diakses bahkan hilang), serangan Hacker (Terjadi bila keamanan pada sistem hostingnya lemah), dapat dijadikan target penyadapan oleh negara lain, akan muncul beberapa bug yang akan menganggu kinerja, tidak tersedia dalam bentuk aplikasi, mematikan pekerjaan bagi pihak-pihak yang bekerja di perpustakaan asli, kurangnya publikasi sehingga tidak semua lapisan masyarakat tahu akan hal ini.

Dengan adanya perputakaan online ini membaca buku pun akan semakin seru, sudah saatnya siswa maupun masyarakat indonesia dikenalkan dengan tekhnologi yang satu ini, demi menunjang minat baca dan menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang memiliki intelektual dan integritas tinggi.


Penulis:
Yuda Fajaka
Mahasiswa Pascasarjana 
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)
Jakarta


Haruskah Kita Bersaing?

February 25, 2018

Tahukah Anda salah satu biang kerumitan manusia dan dunia? Ya, hal sangat kecil bahkan diremehkan yang bahkan tidak akan Anda sadari.

Hal itu ialah jargon di kampus, sekolah, atau lembaga-lembaga lainnya:

"Menghasilkan Lulusan yang Mampu Bersaing di Kancah Nasional dan Internasional"

Bersaing?

Sejak saat itulah wajah dunia yang lembut berubah menjadi kasar dan kejam. Wajah dunia yang senantiasa melayani berubah menjadi wajah dunia yang harus dikejar, bahkan sikut-sikutan hanya untuk mendapatkan setetesnya (bagian kecil).

Persaingan tentunya akan membentuk pribadi egoistik dan keakuan. Egois, mementingkan diri sendiri. Inilah biang kerok kerusakan dunia meliputi perang, korupsi dan hal-hal kejam lainnya.

Di sekolah, anak-anak disiapkan agar siap bersaing, tahan banting dalam pertarungan, mengupayakan segala kemenangan.

Ingatlah, di balik kemenangan selalu ada kekalahan, selalu ada yang tersakiti. Ingatlah, di balik peperangan selalu ada yang menangis. Bukan yg berkuasa, tapi rakyat kecil-lah yang menangis. Yang berperang adalah para penguasa tetapi rakyatlah yang menanggung beban dan akibatnya.

Ya, tak terpungkiri bahwa peperangan biasanya dilakukan berdasarkan ego-ego penguasa. Tanyalah rakyat mereka. Apakah mereka ingin berperang? Tentu saja tidak, bukan?

Sudah saatnya kita menyadari segala hal kecil, merombak segalanya dari hal terkecil. Sudah selayaknya lembaga pendidikan menyadari hal ini.

Bagaimana jika semua lembaga pendidikan mengganti jargonnya menjadi:

"Menghasilkan Lulusan yang Mampu Bekerja Sama di Kancah Nasional dan Internasional"

Apa hasilnya? Terbentuklah pribadi-pribadi penyayang berhati lembut, tidak egois, tidak ingin menang sendiri, dan mampu bekerja sama, serta cinta damai.

Pendidikan modern harus berkaca kembali kepada pendidikan tradisional, sistem perdesaan yang mengedepankan gotong royong dan kerja sama. Lihatlah kebahagiaan di balik mata mereka, jauh dari hingar bingar kebencian dunia

Salam damai :)



Penulis:
Ridho Destianto




__________________
Image credit : educationusa.state.gov

LINE Membantu Proses Belajar

February 02, 2018

LINE – Tidak sedikit orang yang mengenal aplikasi ini. Bahkan jika kita periksa daftar aplikasi para pengguna smartphone, Line akan ikut serta di dalamnya. Aplikasi ini menghadirkan banyak manfaat termasuk bidang pengetahuan. Pengetahuan bisa didapatkan di mana saja dan kapan saja. Termasuk bisa didapatkan di Line ini. Kita bisa membuka aplikasi ini untuk mendapatkan informasi baru dari berbagai sumber, termasuk berita-berita terbaru.

Sebagai seorang mahasiswa Pascasarjana sekaligus Guru di salah satu SMA swasta Jakarta, saya pun tidak ketinggalan untuk memiliki aplikasi ini. Aplikasi yang memiliki banyak manfaat tidak hanya berupa informasi yang bisa didapatkan, tetapi Line bisa digunakan sebagai forum pembelajaran di luar kelas. Sebagai seorang guru, kita harus siap menjadi fasilitator untuk anak didik kita di mana pun saya berada. Hal ini terjadi pada saya dan mungkin terjadi pada kalian yang berprofesi seperti saya, yaitu sebagai guru. Jika di sekolah kewajiban kita mengajar, maka ketika kegiatan belajar berakhir kita akan tetap menjadi fasilitator bagi anak didik kita. Hal ini membuat saya mengandalkan aplikasi Line. Line membantu saya dan anak didik saya berkomunikasi jarak jauh hanya dengan mengandalkan smartphone dan kuota internet. Mereka bisa bertanya mengenai pelajaran yang kurang dipahami di luar sekolah dengan aplikasi Line dan saya bisa menjawab pertanyaan lewat aplikasi ini. Jelas hal ini memudahkan bagi saya sebagai seoarang guru dan membantu bagi anak didik saya yang kurang paham ketika kegiatan pembelajaran di sekolah. Berkomunikasi dengan lebih dari satu orang bisa dipermudah dengan Line. Di aplikasi Line terdapat grup yang bisa dibuat oleh kita dengan mudah dan di grup ini kami bisa saling bertanya dan menjawab. 

Grup Line ini sangat bermanfaat bagi mereka anak didik kita yang kurang percaya diri jika bertanya di kelas. Biasanya mereka akan bertanya secara tidak langsung kepada guru lewat aplikasi Line ini. Sebagai seorang guru, saya menyukai aplikasi ini, karena dengan aplikasi ini mereka anak didik saya belajar bertanya dengan bahasa tulisan. Bahasanya yang mereka gunakan lebih baik dan sopan dari pada bahasa lisan. Selain itu bagi anak-anak yang kurang percaya diri untuk bertanya di kelas mereka bisa lebih aktif di aplikasi ini dengan pertanyaan-pertanyaannya. Tidak masalah bagi saya jika mereka bertanya di dalam kelas atau di aplikasi ini, karena bagi saya yang penting mereka sudah berani bertanya. Ketika di dalam kelas mereka berani bertanya di depan teman-temannya, ketika lewat aplikasi ini mereka berani bertanya dengan mengupayakan penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Selain sebagai alat komunikasi, Line juga bisa digunakan untuk mencari informasi-informasi berupa berita terbaru. Biasanya hal ini menjadi pembahasan kita di kelas ketika pembelajaran berlangsung. Hal-hal positif yang ada di berita tersebut bisa kita ambil hikmahnya, dan hal-hal negatif bisa kita tinggalkan. Bahkan informasi yang ada di Line bisa digunakan sebagai salah satu media pembelajaran. Misalnya, belajar fakta dan opini. Kita bisa menentukan fakta dan opini tersebut dari berita yang diambil dari Line. Hal ini memudahkan bagi anak didik, mereka tidak perlu membuka berita-berita lain di internet, hanya dengan membuka Line mereka bisa mendapatkan berita-berita tersebut. 

Membuka berita-berita di Line pun harus tetap dalam pengawasan guru, karena kita harus bijaksana dalam memilih berita yang layak dibaca bagi anak didik kita. Selain berita hiburan-hiburan di Line pun bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Hiburan-hiburan yang ada di Line bermacam-macam, ada film, drama, dan lain-lain. Dari drama atau film bisa diambil pesan atau amanat yang ada di dalam film tersebut. 

Sebenarnya selain aplikasi Line ini banyak juga aplikasi lain yang bisa digunakan, tapi ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi lain. Aplikasi Line ini bisa digunakan tanpa harus tahu nomor telepon pengguna Line yang lain, hanya dengan mengandalkan ID Line kita bisa berteman dan saling berkomunikasi. Bagi saya, aplikasi ini memudahkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. 


Penulis:
Dini Seftia Rohmatin
Mahasiswa Pascasarjana 
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)



Teknologi Pembentuk Pendidikan Masa Kini

February 02, 2018

Nah, di sini kita akan berbicara masalah tentang teknologi yang sangat membantu dalam media belajar dan mengajar yang semakin mudah digunakan. Berbagai teknologi media pembelajaran juga telah menjadi trend dan bahkan membantu sumber-sumber belajar mampu melewati batas-batas wilayah hingga ke seluruh dunia.

Menurut Commission on Instruction Technology (CIT), “Teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis. bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya”. Teknologi pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar dan mengajar untuk suatu tujuan pembelajaran khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan non manusia agar belajar dapat berlangsung efektif dalam pembelajaran. Jadi, teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan yang modern ini, karena kemajuan pada teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia sering kali mengunakan teknologi yang berupa laptop, speaker dan proyektor untuk menayangkan materi apa yang akan disajikan oleh guru di kelas. Misalnya, pada materi drama. Pada materi drama inilah guru bisa menampilkan materi dan contoh video drama yang akan ditayangkan kepada murid-murid di kelas. Lalu, dikaji dan analisis bersama-sama apa maksud dan amanat yang terdapat dalam drama tersebut. Kemudian, guru memberikan tugas kelompok kepada siswa untuk mencari drama yang ada di internet melalui situs Youtube yang sudah disarankan oleh guru di kelas.  Kemudian, dianalisis bersama kelompoknya lalu dipersentasikan di depan kelas pada pertemuan berikutnya.

Maka dari itu, setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi pendidikan dan kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus pada bidang teknologi dalam pendidikan dan masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam beberapa tahun ini. 

Kalau kita berbicara tentang teknologi, saat ini teknologi sudah menjadi lebih maju dan berkembang keberadaannya. Semua orang dalam kehidupan sehari-hari pasti menggunakan teknologi. Selain itu, pada zaman digital yang saat ini semakin modern, setiap manusia dan begitu pula setiap siswa yang  dituntut untuk selalu mengikuti segala perkembangan yang ada, contohnya pada teknologi. Kita ketahui teknologi yang selalu mengalami perkembangan yang begitu pesat (cepat) yaitu, dimana masa yang serba baru memberi perubahan yang sangat cepat dan perkembangan teknologi yang sangat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga kita dikenalkan dengan apa itu internet dan dari perkembangan teknologi internet inilah yang dapat menimbulkan dampak bagi pembentukan kepribadian siswa, karena siswa saat ini telah banyak dituntut untuk mengenal penggunaan teknologi internet. Bahkan banyak sekolah saat ini yang sudah menerapkan teknologi internet sebagai bagian dari kurikulum pendidikannya seperti E-Learning, Perpustakaan Online, Pembelajaran Berbasis Komputer, dan Diskusi Online. dimana untuk mencari bahan belajar bisa dengan mudah diakses lewat internet. dari penggunaan internet oleh siswa tentu akan membawa pengaruh bagi pembentukan pribadi siswa.

Pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan;

1. Pembelajaran Berbasis Komputer

Semua orang pasti mengetahui apa itu komputer. Komputer merupakan alat yang berbentuk kotak atau persegi empat, yang disebut perangkat keras yang sering berada diruang multimedia, laboratorium bahasa dan kantor sekolah. Dalam bidang pendidikan, pengenalan pada teknologi ini sangat penting. Karena dapat mengolah tulisan, membuka internet, dll. Sekarang ini, untuk pelajar harus bisa mengoperasikan komputer dengan baik dan benar. Karena, ujian nasional sudah menggunakan komputer untuk menginput datanya.

2. Perpustakaan Online

Adalah perpustakaan yang dikelola secara online di internet, untuk berbagi bahan bacaan atau bahan referensi bagi orang-orang yang ada di seluruh dunia dalam bentuk digital. Menurut Gatot Subroto, perpustakaan digital adalah penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Atau secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital. Nah, di sini para pelajar bisa mencari referensi buku yang berbentuk digital yang berada di luar negeri sebagai bahan referensi tambahan untuk membaca. Maka di sini peran guru sangat penting dalam membimbing siswanya.

3. E-Learning

Merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada zaman digital ini. Banyak juga pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan yang sifatnya memfasilitasi siswa. Misalnya, kini siswa dapat mengakses materi pelajaran berupa video, gambar dan mengerjakan tes dan latihan soal secara online. Dengan begitu, siswa tidak perlu lagi membawa buku latihan soal yang tebal. Jika siswa merasa kebingungan saat belajar atau mengerjakan tugas, siswa juga bisa bertanya kepada guru yang kompeten melalui aplikasi belajar online di media sosial.  Berkat teknologi, belajar dan mengajar dapat dilakukan kapan dan dimana saja.

4. Diskusi Online

Adalah dimana para pelajar dapat mendiskusikan suatu pelajaran tanpa harus bertemu atau berkumpul di suatu tempat. Biasanya ini sering dilakukan oleh guru untuk berkomunikasi dengan siswa melalui grup Whatshap atau Line untuk membahas suatu pelajaran secara online.

Jadi, teknologi pendidikan adalah studi dan praktek yang sesuai dalam memberi kemudahan belajar, penggunaan dan pengelolaan proses pada sumber teknologi yang tepat. Maka, dunia pendidikan pada perkembangan teknologi dan informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi, dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal, yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Jika dilihat pada saat sekarang ini, perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Namun di sisi lain, juga memiliki dampak negatif bagi sistem pendidikan di Indonesia. Maka dari itu, peran pembimbing atau fasilitator pada anak di sekolah dan di rumah sangatlah penting, agar anak tidak terjerumus dalam hal yang negatif di dunia teknologi dan internet.


Penulis:
Syahla Farhaini
Mahasiswa Pascasarjana 
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)


______________
Image Credit: infobae.com

Privasi Guru Diabaikan, Guru Wajib Melayani 24 Jam?

November 29, 2017

Beberapa bulan yang lalu, publik dihebohkan dengan berita seorang guru yang memukul muridnya di dalam kelas. Kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi di dunia pendidikan. Di media onlinepun menjadi viral. Mendidik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan yang kapanpun dapat dilakukan. Mendidik memang tugas guru di sekolah. Lalu, bagaimana saat siswa di rumah? Apakah guru harus melayani 24 jam? Sesuaikah tugas guru dengan gaji yang didapat?




Mendidik merupakan aktivitas fisik maupun mental yang dilakukan seorang guru.  Guru menjadi suatu profesi yang menantang saat ini. Dikatakan menantang karena perkembangan zaman yang semakin pesat. Kemajuan teknologi yang canggih membuat perubahan besar bagi seluruh manusia khususnya peserta didik. Penggunaan kurikulum 2013 dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) yang berisi bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dampak dari penggunaan teknologi bisa dalam bentuk positif maupun negatif tergantung pada siapa pemakainya. Perubahan perilaku positif misalnya menggunakan media facebook sebagai media untuk belajar dengan menyerap ilmu yang bermanfaat untuk diaplikasikan dalam hidupnya. Sebaliknya, perubahan negatif yang terjadi yaitu pemakaian yang tidak semestinya misalnya tidak bisa lepas dari gadget karena bermain games, malas mengerjakan PR, kemudian banyak kejahatan yang terjadi terutama berkaitan dengan sosial media. 

Seorang guru memiliki peranan besar dalam menghadapi perubahan zaman peserta didiknya. Khususnya dalam hal mendidik siswa. Penggunaan teknologi semakin pesat seringkali membuat orang tua risau dengan perkembangan anaknya. Guru bertanggung jawab terhadap perilaku siswa ketika siswa berada di lingkungan sekolah. Jika siswa berada di luar sekolah berarti sudah konteks lingkungan masyarakat. Lain halnya, saat siswa berada di lingkungan rumah.

Mendidik menggunakan teknologi yang canggih tidak mudah. Salah satu contoh kemajuan teknologi bidang komunikasi yaitu aplikasi whatsapp. Saat ini whatsapp memiliki fitur canggih yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsi semestinya. Kemudahan komunikasi mengirim pesan dapat bermanfaat untuk semua elemen masyarakat. Hanya dengan memiliki pulsa paket internet, semua dapat diakses. Salah satunya komunikasi antara orang tua murid dengan guru. 

Berdasarkan pengalaman penulis dan tergolong dalam teori constructivism. Di mana teori constructivism adalah suatu komunikasi melalui satu sosial komunitas. Saya menjadi seorang guru honorer di salah satu sekolah swasta. Miris memang, saat guru sudah selesai dalam urusan di lingkungan sekolah, terkadang terdapat orang tua murid yang mencari tahu lebih dalam mengenai perkembangan anaknya saat di sekolah. Guru menjadi orang tua saat di sekolah tetapi guru juga punya batasan mengenai kehidupan pribadinya. Ketika orang tua mencari informasi mengenai perkembangan anaknya, ada beberapa orang tua yang tidak sadar mengenai waktu yang digunakan untuk menghubungi guru. Kemudian, nada yang digunakan terkadang terlalu emosional saat mendapat informasi mengenai perilaku atau tindakan anaknya yang melanggar peraturan sekolah berkesan tidak menerima. Tidak hanya hal itu saja, terkadang orang tua mendapat informasi dari anaknya hanya sebagian dan tidak mendapat informasi yang sepenuhnya. Hal tersebut menyebabkan orang tua murid menjadi salah paham terhadap guru.

Salah satu kasus yang penulis hadapi ketika orang tua mengirim pesan melalui whatsapp pada pukul 21.30 WIB. Isi pesan tersebut berupa bentuk protes orang tua terhadap pihak sekolah dikarenakan anaknya tidak mendapat santunan bahwa anak tersebut anak yatim. Dari bentuk protes wali murid tersebut, penulis berusaha untuk meluruskan persepsi wali murid dengan menjelaskan secara detail bahwa pihak sekolah tidak memberikan santunan untuk anak yatim. Santunan tersebut didapat dari yayasan tempat pengajian dari salah satu murid teman sekelas anaknya. Kemudian wali murid tersebut menyadari kesalahpahaman yang terjadi dengan meminta maaf dan mengakhiri percakapan di malam itu. 

Contoh kasus di atas membuat penulis merasa miris karena sikap wali murid tersebut yang bisa dikatakan tidak tahu waktu. Karena sudah larut malam dengan mempertanyakan masalah santunan dalam bentuk rupiah yang tidak didapat oleh anaknya. Begitu beratkah tugas guru? Begitu detailkah yang harus diurus tanpa memperhitungkan waktu? Guru juga manusia biasa, banyak hal yang harus dikerjakan di luar urusan sekolah. Memang tugas guru seperti orang tua kedua di sekolah tetapi kami sebagai guru juga punya kehidupan pribadi tidak bisa melayani 24 jam mengenai urusan sekolah.

Solusi yang penulis dapatkan mengenai persoalan tersebut
  1. Memberitahu kepada orang tua murid dalam hal waktu untuk berkomunikasi membicarakan perkembangan atau persoalan lain yang berurusan dengan anaknya.
  2. Selalu memberikan informasi terbaru kepada orang tua murid. Dengan tujuan orang tua murid mengetahui sepenuhnya informasi dari guru bukan dari murid saja.
  3. Bekerja sama dengan orang tua mengenai perilaku dan tindakan anaknya saat berada di sekolah dan di rumah.
  4. Memberikan gambaran kepada orang tua murid jika suatu hal bisa diurus sendiri silakan diselesaikan secara mandiri dan tidak bergantung kepada guru.
  5. Memberikan waktu untuk diri sendiri sebagai bahan me-refresh, merenung, atau mengurus hal mengenai keluarga yang tidak berkaitan dengan urusan sekolah.


Penulis:
Sri Mardi Asih
Mahasiswa Pascasarjana 
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)

______________
Image Credit: cloudfront.net (edited)

Pengaruh Sinetron Menghinggapi Karya Sastra

November 24, 2017

Apa itu kids zaman now ? mungkin ungkapan itu sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat khususnya anak muda zaman ini. Arti dari kids zaman now sendiri ialah kids artinya “anak-anak”, “now” artinya “sekarang” jadi arti dari kata kids zaman now adalah anak-anak zaman sekarang, zaman yang berbeda dengan zaman anak muda dulu. Ungkapan kids zaman now ini sedang popular dan dipakai dimana-mana, baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan. Apa yang membedakan anak zaman muda dulu dengan anak zaman sekarang ? Hal yang membedakan anak muda dulu dengan anak muda sekarang yaitu tingkah laku mereka.

Tingkah laku merujuk kepada suatu tindakan yang dilakukan seseorang. Berbicara mengenai tingkah laku, memang jika kita bandingkan tingkah laku anak muda zaman dulu dan anak muda zaman sekarang sangatlah berbeda. Dari perbedaan tersebut terkadang menimbulkan gelak tawa atas tingkah laku yang dilakukan oleh anak muda zaman sekarang. Faktor utama dari tingkah laku zaman sekarang ini karena semakin majunya zaman dan berkembangnya teknologi yang sangat pesat. 

Berbicara tentang teknologi memang tak henti-hentinya. Semakin pesatnya zaman, perkembangan teknologi semakin meroket misalnya, alat elektronik yang hampir setiap bulannya mengeluarkan produk-produk yang terbaru dan handal, sehingga masyarakat tak henti-hentinya tergiur untuk memiliki alat elektronik tersebut, yang menjadi konsumsi masyarakat sekarang misalnya televisi. 

Televisi sudah menjadi alat elektronik yang digemari masyarakat. Televisi dengan adanya stasiun-stasiun televisi yang muncul di negeri ini, menjadi daya saing tersendiri di antara stasiun-stasiun di negeri ini. Dengan adanya daya saing antara stasiun televisi dan agar masyarakat terhipnotis dengan program-program yang dibuat, maka dibuatlah program-program yang unggulan sehingga masyarakat dapat menikmatinya setiap hari. Namun program televisi sekarang sangatlah berbeda sekali dengan zaman dulu. Dulu semua program televisi berisikan tentang pendidikan sehingga masyarakat yang menikmatinya dapat mengambil nilai positif dari program televisi tersebut. Seiring berjalannya zaman, program televisi sekarang tidak memikirkan apakah program yang dibuat sudah bagus untuk anak-anak atau tidak, yang penting sekarang ini, stasiun-stasiun televisi hanya mementingkan ratting saja. Karna mementingkan rating sehingga banyak sekali program televisi yang menurut saya tidak mendidik bagi anak-anak, misalnya program yang menjadi dambaan anak-anak muda zaman sekarang yaitu sinetron

Program sinetron ini di setiap stasiun televisi selalu  ada dan sengaja sekali dibuat episode yang sangat lama, apalagi kalau rattingnya semakin bagus maka, akan lebih lama lagi selesainya episode tersebut. Dengan maraknya sinetron, yang mengakibatkan terhipnotisnya kalangan remaja dan anak-anak. Semua yang mereka lihat dan ditangkap, mereka akan mempraktikkan di dunia mereka. Sehingga generasi zaman now sekarang semakin hancur, akibat tontonan yang tidak mendidik. 

Tingkah laku kids zaman now ini memang terinsiprasi dari tontonan-tontonan yang tidak mendidik. Program televisi sekarang memang sangat berpengaruh sekali terhadap tingkah laku anak zaman sekarang. Sekarang ini anak zaman sekarang lebih mementingkan penampilan dibandingkan otak mereka, menggunakan pakaian layaknya seorang artis terkenal, pergi sekolah membawa alat-alat kosmetik, dan bukan hanya itu di usia mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama tingkahnya sudah seperti orang dewasa yaitu berpacaran, pacaran yang mereka lalukan terkadang membuat gelak tawa bagi orang dewasa karna apa yang dilakukan anak zaman muda sekarang itu kesannya sudah seperti suami istri, misalnya dalam panggilan saja sudah mengucapkan “Mama-Papa, Mimi-Pipi, Bunda-Ayah, Umi-Abi. Nah itu sedikit contoh pengaruh dari sinetron yang tidak mendidik namun bukan hanya itu, anak zaman sekarang jika diperintahkan untuk membuat sebuah cerita atau cerita pendek maka tema yang mereka akan ceritakan tidak jauh dari percintaan, jadi dalam membuat sebuah karya sastra juga dipengaruhi oleh unsur percintaan. 

Sebagai seorang pengajar saya memberikan tugas kepada siswa untuk membuat sebuah cerpen. Objeknya yang saya tuju yaitu anak-anak Sekolah Menengah Pertama. Setelah semua cerpen diserahkan kepada saya, itulah saatnya saya menganalisis satu persatu karya siswa saya. Dari beberapa judul cerpen yang ada, memang didominasi tentang hal percintaan dibandingkan dengan judul yang lain seperti perjuangan hidup, pengalaman hidup, atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. Cerpen yang bertemakan percintaan ini tak jauh dari mereka yang sedang kasmaran atau jatuh cinta kepada seseorang, patah hati karna orang yang mereka sukai malah memilih orang lain. 

Contohnya cerpen karya Riska Ristiani yang berjudul “Tiada Lagi yang Namanya Sahabat.” Awal membaca judulnya mungkin cerita ini akan menitik beratkan tentang sebuah persahabatan, memang di awal-awal cerita dikisahkan tentang sebuah persahabatan tiga orang, namun setelah dibaca sampai selesai muncullah unsur percintaan yang tak jauh alur ceritnya seperti kisah-kisah sinetron. Selanjutnya cerpen dari Silvia Azizah yang berjudul “Dilema Tentang Percintaan.” Jika dilihat dari judulnya saja sudah ada unsur percintaan, dari segi cerita berawal persahabatan antara dua orang (antara permuan dan laki-laki), semakin lama mereka bersahabat akhirnya keduanya mempunyai rasa saling menyukai, akhirnya mereka berpacaran namun karena ada salah satu guru yang mengetahui hubungan mereka, guru tersebut meminta mereka untuk tidak berpacaran, dan akhirnya hubungan mereka pun harus kandas karna sang perempuan ingin fokus belajar dan meraih cita-citanya. 

Berbeda dengan cerpen karya Tiara, yang ceritanya bukan berawal dari persahabat yang akhirnya berpacaran. Judulnya cerpen tersebut yaitu “Kesempatan Kedua”, cerpen ini masih berbau unsur percintaan juga. Cerpen ini berkisahkan tentang seorang perempuan yang menyukai seorang laki-laki, mereka pun menjadi sepasang kekasih, namun di tengah jalan percintaan mereka, lelaki itu berselingkuh dengan perempuan lain, akhirnya percintaan mereka harus kanda, mau tak mau sang perempuan harus bisa move on kalau kata anak kids zaman now, namun setelah perempuan itu bisa move on, laki-laki itu tiba-tiba kembali dan meminta balikan lagi, karna perempuan tersebut sangat menyukainya, maka akhirnya mereka kembali balikan, namun lagi dan lagi laki-laki itu berselingkuh. 

Namun cerpen yang isinya berbeda, ya walaupun isinya ada unsur percintaan tapi dalam mendapatkan percintaan itu tak segampang di cerpen-cerpen sebelumnya. Cerpen karya Indah Wulan Nopiyani yang berjudul “Wanita dengan Laki-laki Surga.” Cerpen ini mengisahkan seorang santriwati yang menyukai guru yang mengajari dia, karna ia selalu gelisa, akhirnya ia memberanikan diri untuk menumpahkan rasa hatinya di secarik kertas yang nanti akan diberikan ke gurunya tersebut. Tapi tak ada balasan dari gurunya tersebut, ia hampir putus asa, namun suatu ketika gurunya itu mendatangi rumahnya untuk menikahinya. 

Nah itu beberapa karya sastra (cerpen) yang menurut saya terpengaruh dari cerita sinetron yang disaksikan oleh siswa saya sendiri. Pesan saya untuk anak Sekolah Menengah Pertama lebih baik jangan terlalu sering menyaksikan sinetron dan lebih baik lagi jika membuat cerpen yang berunsur pengalaman-pengalaman yang pernah dialami. 


Penulis:
Muhamad Romli
Mahasiswa Pascasarjana Bahasa Indonesia
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)

______________
Image Credit: babies-toddlers.com

Damailah Bangsa dan Negeriku, Kutunggu Jayamu Ibu Pertiwi

April 15, 2017

Sudah hampir setahun belakang, beberapa media sosial maupun televisi banyak memberitakan permasalahan mengenai banyaknya keributan sana-sini. Sebenarnya beberapa masalah yang menjadi viral dan ramai mengenai persoalan keberagaman dan keagamaan bukan soal yang baru di negara Indonesia. Mari kita lihat sejarah. Para pendiri bangsa ini awalnya membentuk Pancasila dari Piagam Jakarta, silahkan dibaca ada penggalan mengenai kalimat yang merujuk pada keimanan salah satu agama di Indonesia, namun ketika dirumuskan dan diangkat ke forum diskusi untuk disahkan konsep Pancasila, kalimat tersebut akhirnya diubah dan menjadi Pancasila yang kita junjung sekarang.

Jika ditelaah dari kaca mata sejarah, tidak mungkin sesuatu yang sudah dipatenkan dan menjadi konstitusi dihadapan bangsa lain akan digeser dan tergantikan? Akan ada Negara barukah? Saya rasa ini tidak mungkin, sebab Indonesia terbentuk atas dasar Bhineka Tunggal Ika. Saya bingung mengapa ada konsep perubahan pemikiran pancasila diinterpretasikan dan dituggangi oleh oknum-oknum politik dan ormas? Saya rasa kita hanya sedang diuji dan diganggu pemikirannya sebagai warga Negara Indonesia, agar kita tidak memperhatikan hal-hal yang harusnya dipikirkan seperti kualitas pendidikan, lowongan pekerjaan, harga sembako, pemberantasan korupsi, dll. Beberapa kejadian yang membuat terjadi aksi sebenarnya dapat terjadi karena ada oknum tertentu yang menyalahgunakan, maka terjadilah sebuah aksi ini dan itu atas dasar sesuatu.

Kita hanya harus berpikir semakin kritis mengenai berbagai masalah, jangan bicara sembarang jika tidak kompeten dalam masalah tersebut. Tapi bukan karena tidak kompeten maka kita berdiam diri persoalan Negara dan keutuhan bangsa, melainkan kita harus mencari kebenaran dan keutuhan fakta. Jangan mau dijadikan kambing hitam perpecahan agar Negara ini bubar, sesungguhnya penjajah itu tidak menghilang hanya cara mereka yang berbeda. Seharusnya bangsa ini sudah dan sedang menikmati hasil jerih payah umur yang ke 71 tahun dan beberapa bulan akan ke 72 tahun. Mari kita bangun negeri ini menjadi lebih baik.  

Permasalahan keributan yang muncul beberapa bulan belakang juga termasuk karena kita dalam bermasyarakat kurang toleran. Kita hanya selalu hidup dalam lingkungan homogen. Saya orang islam bergaul dengan sesama islam tanpa pernah berkenalan dengan orang nonmuslim. Begitu juga orang-orang nonmuslim mereka bergaul dengan sesamanya.  Jika kita selalu mengaitkan toleransi dengan agama tanpa memahami makna sesungguhnya yang ada kita akan menjadi sesorang yang penuh kebencian. Semua agama menganggap agama mereka benar. Misalnya saya sebagai seorang beragama Islam menyakini agam saya itu benar dan yang lain kafir, agama Nasrani pun sama menganggap agama mereka paling benar, agama Budha menganggap mereka adalah agama paling benar, dll. Pemikiran tersebut sudah terbiasa tertanam dalam pikiran kita, lalu mengapa terjadi keributan soal agama? Kita mengungkit sesuatu yang terlalu dilebih-lebihkan sehingga timbul menjadi masalah. Semua agama juga mengajarkan kita harus menghargai orang yang beragama di luar agama yang kita anut, berbuat baik terhadap mereka, bertanya dan bertegur sapa. Persoalan agama jangan dikaitan dengan interaksi sosial karena akan timbul rasa curiga.

Kita kurang terbuka persoalan menghargai dalam bertukar pikiran nonagama. Toleransi merupakan hal sosial. Toleransi berikaitan dengan interaksi dan sikap. Jika dalam hal ini toleransi selalu dikaitkan dengan agama kita salah besar. Kita bangsa dengan berbagai suku dan bangsa. Bahasa kita berjuta-juta. Konsep toleransi juga harus diterapkan pada hal tesebut. Jika rasa toleransi tinggi maka nega ini akan baik-baik saja.

Kemudian, rasa kebersamaan bangsa ini mulai turun. Nasionalisme kita sudah sejauh mana. Di gedung hijau sana sudah sejauh mana negara ini dibahas. Nasionalisme bukan tentang kita seorang politikus, warga biasapun mempunyai peran besar ketika rasa nasionalismenya tinggi. Seorang yang nasionalismenya tinggi akan mempunyai pemikiran mempertahankan keutuhan negaranya, mencintai tanah airnya. Tidak memikirkan kepentingan diri sendiri tapi orang lain. Ketiga hal yang saya jelaskan diatas merupakan opini diri saya sebagai warga sipil. Saya tidak pernah ingin bangsa ini tercerai berai. Malu pada dunia. Malu pada jargon Macan Asia. Semua kembali kepada prinsip dan sikap pribadi sebagai warga negara Indonesia.  Jayalah bangsaku dan negeriku, Indonesia.



Penulis: 
Rifa Nurafia

___________________________
Image Credit : muda.dutadamai.id
 
Copyright © MudaBicara! - Youth Community | Designed by OddThemes